Beranda / SERBA-SERBI / Poltekkes Kemenkes Semarang Tingkatkan Kompetensi Kader untuk Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal

Poltekkes Kemenkes Semarang Tingkatkan Kompetensi Kader untuk Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal

KABARNUSANTARAnews

Semarang- Poltekkes Kemenkes Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pendampingan Kader dalam Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal Menggunakan Media Audio Visual yang diselenggarakan di Kelurahan Srondol Wetan, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 32 kader kesehatan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali faktor risiko, tanda dan gejala awal, serta langkah pencegahan penyakit gagal ginjal. Melalui peningkatan kapasitas kader, diharapkan deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko terjadinya gagal ginjal dapat diminimalkan.

Tim pengabdian dipimpin oleh Iis Sriningsih, SST., M.Kes., Ners bersama Shobirun, MN, Kurniati Puji Lestari, SKp., M.Kes., Sigit Wiranto, S.Kom., dan Erna Sulistyawati, S.Kep., Ns., serta didukung empat mahasiswa Program Profesi Ners.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Lurah Srondol Wetan sekaligus serah terima alat pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Selanjutnya, para peserta memperoleh materi mengenai deteksi dini penyakit gagal ginjal yang dikemas secara menarik melalui media audio visual. Penyampaian materi disertai pemutaran video edukasi dan diskusi interaktif, sehingga para kader dapat memahami materi dengan lebih mudah sekaligus berdiskusi mengenai permasalahan kesehatan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti post-test setelah seluruh rangkaian materi selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 94 pada pre-test menjadi 96 pada post-test. Meskipun peningkatannya tidak terlalu besar, hasil tersebut menunjukkan bahwa media audio visual mampu memperkuat pemahaman kader mengenai faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya deteksi dini penyakit gagal ginjal.

Ketua Tim Pengabdian, Iis Sriningsih, SST., M.Kes., Ners, berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Dengan bekal pengetahuan yang semakin baik, kader diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan skrining sederhana, serta mendorong penerapan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit gagal ginjal sejak dini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Semarang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui kegiatan promotif dan preventif yang berkelanjutan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *